Kata
“petani” memang sangat lazim di mata masyarakat, karena rata-rata mata
pencaharian masyarakat adalah petani, Apalagi masyarakat yang tinggal diderah
pedesaan mereka memilih bertani yang subsisten, yaitu bertani yang hasil panen
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Mengapa
para petani banyak yang memilih tinggal di desa dari pada di daerah perkotaan?,
ini sebenarnya hal yang sangat wajar dilakukan oleh petani kita, karena di
daerah pedesaan masih banyak lahan pertanian yang merupakan suatu tempat untuk
mereka bercocok tanam, dan bagi mereka juga merupakan tempat yang sangat
nyaman, tentram,dan juga masih banyak udara segar yang bisa dihirup ketika mereka sedang
beraktivitas.
Tapi
sangat disayangkan petani kita masih banyak yang dilakukan secara tradisional,
dan maih kurang perhatian pemerintah, hasil panen yang diperoleh juga masih
sedikit, hal ini menjadi masalah bagi petani yang harus terselesaikan, untuk
meninkatkan minat petani semakin tinggi.
Mungkin
perkembangan teknologi dalam bidang pertanian ini sangat pesat, tetapi
masalahnya kenapa petani pedesaan yang masih banyak lahan pertanian ini masih
jarang kita lihat peggunaan teknologi
yang makin lama semakin modern ini, sebenarnya kan kita harus mengutaakan
daerah pedesaan, karena hasil pertaniaan yang di keluarkan dari daerah pedesaan
ini sangat banyak.
Petani
kita masih banyak ketergantungan dengan pupuk kimia, yang mereka yakini itu
sangat membantu dalam menjadikan hasil panen yang memuaskan, sebenarnya mereka
masyarakat para petani sudah mengerti dampak yang ditimbulkan dari penggunaan
pupuk kimia tersebut. Dan adanya subsidi-subsidi pupuk yang dilakukan
pemerintah, membuat petani semkin banyak yang enggunakan pupuk kimia.
Melihat
dari hal itu banyak juga para petani yang beralih menggunakan pupuk organik,
yang merupakan pupuk alami yang juga membantu dalam meningkatkan hasil panen
petani memuaskan, ditinjau dalam jangka panjang jika para petani menggunakan
pupuk organik ini akan membuat pertanian kita ini yaitu pertanian yang
berkelanjutan, ini sangat di harapkan bagi semua petani.
Di
Indonesia sebenarnya pupuk organik itu sudah lama dikenal para petani. Mereka
bahkan hanya mengenal pupuk organik sebelum Revolusi Hijau, kesadaran akan
dampak negatif penggunaan pupuk buatan dan sarana pertanian modern lainnya
terhadap lingkungan pada sebagian kecil petani telah membuat mereka beralih
dari pertanian konvensional ke pertanian organik. Pertanian jenis ini
mengandalkan kebutuhan hara melalui pupuk organik dan masukan-masukan alami
lainnya.
Penggunaan
pupuk organik untuk membantu tanaman memperbaiki nutrisinya sudah lama dikenal.
Pupuk organik pertama yang dikomersialkan adalah rhizobia, yang oleh dua orang
ilmuwan Jerman, F. Nobbe dan L. Hiltner, proses menginokulasi benih dengan
biakan nutrisinya dipatenkan.
Daerah
Aceh yang merupakan rata-rata mata pencaharian mayarakat yaitu petani, namun,
masih kurang berkembangnya teknologi pertanian, ini diakibatkan oleh masyarakat
itu sendiri, mengapa begitu? Dikarenakan masyarakat jika masuknya
teknologi-teknologi pertanian yang baru, mereka menolak,mungkin mereka hanya
beranggapan jika teknologi itu berhasil di jalankan di daerah mereka maka,
pasti memerlukan pekerja yang handal di bagian itu, hal itu menyebabkan, yang
biasanya mereka melakukan bersama-sama yang kemudian mendapatkan upah dari
hasil kerja mereka,namun jika itu telah di jalankan mereka hanya dapat melihat
hsil yang diakukan oleh teknologi yang berkembang sekarang ini.
Jika para petani kita mengingikan perkembangan
di bidang pertanian, yang dapat meninggkatkan hasil pertanian kita menjadi
lebih meningkat, kita harus menerima teknologi yang masuk di daerah kita,
karena mereka bermaksud memajukan tempat wilayah kita, dan kita dituntut untuk
bisa menggunakan teknologi yang di berikan, agar petani kaita tidak mengalami
ketinggalan teknologi yang ada, dan memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai
pupuk organik tentunya lahan pertanian kita akan terus mengalami peningkatan
hasil panennya.
Penggunaan
pupuk organik ini akan menyebabkan, petani kita tidak ketergantungan dengan
pupuk kimia, yang semakin lama semakin sedikit dikeluarkan, sedangkan yang
menggunakan pupuk kimia ini sangat banyak, jika mereka memanfaatkan pupuk
organik, maka pengeluaran mereka untuk pupuk itu akan makin minim, dan juga
banyak keunggulan yang di akibatkan dengan penggunaan pupuk organik ini, salah
satunya memperbaiki struktur tanah, dan hal yang paling penting yaitu dapat
menyediakan unsur hara makro dan mikro bagi tanaman.
Melihat
dari semua aspek, dapat kita simpulkan petani kita harus membuat perubahan
dalam bidang pertaniaan, untuk menyejahterakan para petani kita, agar petani
kita dapat memperoleh hasil pertanian yang memiliki kualitas dan kuantitas yang
baik.
Warning: ini saatnya kita berubah, besok kita perbaiki semuanya.